10 Tips dalam Melakukan Brainstorming

10 Tips dalam Melakukan Brainstorming

posted in: Konten, Media, Tertulis, Wawasan | 0

Anda pasti sudah sering sekali mendengar istilah Brainstorming. Mungkin Anda juga sering melakukannya. Namun pastinya sesekali kita akan merasa kesulitan untuk melakukannya. Ada banyak hal yang menjadi latar belakang kenapa kita terkadang merasa sulit untuk memunculkan ide-ide segar.

Dalam persaingan bisnis yang semakin sengit ini, kita dituntut untuk memunculkan ide-ide segar dengan cepat, tapi tuntutan itu juga berlaku untuk ide segar yang bernilai untuk dijual bukan sekedar ide liar yang tidak realistis. Tuntutan seperti itulah yang biasanya membuat Anda tiba-tiba merasa seolah tidak bisa lagi mengeluarkan ide-ide segar yang bernilai tinggi.

Nah untuk Anda para pencari ide, beberapa tips berikut ini mungkin bisa membantu dalam melakukan brainstorming ide kreatif Anda.

1. Analogi sebagai pijakan

Membuat analogi merupakan kunci dalam berpikir imajinatif. Ada banyak model atau analogi lain yang dapat Anda temukan dari produk atau cara yang sudah ada. Contohnya seperti ini, untuk apa kita berusaha reinvent cara kerja roda ketika roda sudah tercipta? Anda tidak perlu repot memikirkan hal- hal yang mengganggu tentang hal yang sudah ada. Pikirkanlah bagaimana Anda dapat menambah value di dalamnya.

2. Lihat sekitar Anda

Banyak potensi yang disediakan oleh alam. Masih banyak yang belum tersentuh oleh ide-ide kreatif. Jadi mulailah untuk melihat disekitar anda dan pergunakan poin 1 untuk melatih mengembangkan ide kreatif Anda.

3. Menjadikan hal asing sebagai hal biasa dan hal biasa sebagai hal asing

Proses terbaik untuk memahami sesuatu yang belum kita kenal, asing, tak lazim, tak diketahui, adalah dengan cara mencari persamaannya dengan apa yang sudah kita tahu sebelumnya. Dan sebaliknya, kita pun tidak perlu bersusah payah memikirkan segala sesuatu yang sudah biasa. Maka akan ada banyak ruang kosong di mana ide-ide yang liar bisa masuk.

4. Memperluas ruang lingkup kehidupan Anda

Orang dengan ruang lingkup hubungan yang sempit cenderung berpikir dalam jalur dan batasan-batasan rutinitas mereka sendiri. Keluar dari lingkup itu, kembangkan ruang lingkup Anda, dan cobalah untuk melihat hubungan antara keahlian Anda dengan pekerjaan yang tidak terlihat oleh orang lain.

5. Tumbuhkan rasa ingin tahu yang besar

Pada dasarnya tujuan pendidikan adalah untuk menempatkan Anda dalam kondisi selalu bertanya. Maka layaknya anak-anak yang memiliki hasrat ingin tahu yang besar, kita harus bisa mempertahankan hasrat untuk ingin tahu, melihat, dan belajar. Banyak-banyaklah bertanya. Baik ketika sedang berbicara dengan orang lain maupun ketika Anda berbicara pada diri sendiri. Bertanya akan menuntun kita untuk membedakan antara apa yang Anda ketahui dan yang tidak diketahui.

6. Mulailah membuka mata untuk mengamati lingkungan sekitar Anda

Berhentilah untuk sekedar melihat saja apa yang terjadi di sekitar Anda, dan cobalah untuk mengamati. Mulailah berupaya melihat dan memahami seluk beluk seseorang, benda, atau perilaku yang seolah-olah belum pernah Anda lihat dalam keseharian seperti biasanya. Banyak sekali ide-ide yang bisa kita dapatkan dengan mengamati lingkungan sekitar. Mulai dari hal-hal sederhana atau bahkan hal yang berantakan sekalipun di lingkungan Anda. Saat mengamati hal-hal seperti itu biasanya kita akan terdorong untuk mencari solusinya. Dan di situlah ide-ide segar akan muncul dengan sendirinya.

7. Menggali gagasan dengan membaca

Buku adalah sumber pengetahuan, gudang gagasan, lautan pemikiran, fakta, opini, informasi, dan lain sebagainya. Terlepas dari minat Anda untuk membaca, buku merupakan cara untuk menajamkan pemikiran Anda dan memperluas sudut pandang. Jadi, mulailah untuk melatih diri sendiri untuk membaca buku dan temukan hal-hal baru yang sebelumnya tidak Anda sadari.

8. Bawa buku catatan setiap saat

Dengan membawa catatan bukan berarti Anda seorang nerd. Kebiasaan ini justru sangat bermanfaat untuk proses berpikir kreatif. Catat semua hal yang menjadi inspirasi. Berikan kutipan penuh inspirasi atau contoh dari para ahli dalam catatan itu untuk memberikan dorongan bagi Anda menjadi lebih kreatif.

9. Memanfaatkan pikiran terdalam

Pikiran terdalam dapat melakukan hal yang lebih baik dari sekedar analisis. Kita semua tentu saja bisa melakukan analisis secara sadar. Namun analisis kreatif ialah menggabungkan berbagai elemen yang tidak mirip, bertolak belakang, unsur-unsur yang tampaknya tidak dapat disatukan menjadi satu kesatuan. Ketika analisis seperti ini dibutuhkan, maka pikiran terdalamlah yang akan bekerja.

10. Meningkatkan keterampilan analitis

Mengutip ucapan Albert Einstein: “Seseorang sebaiknya tidak memaksakan pandangannya tentang suatu persoalan, akan lebih baik jika dia mempelajarinya, dan pada saatnya nanti sebuah jalan keluar akan muncul dengan sendirinya”. Keterampilan seseorang untuk menganalisis dan menguraikan suatu masalah adalah alat penting yang harus dimiliki oleh seorang pemikir kreatif.

Ubah mindset Anda. Bahwa ide kreatif bukan sebuah gambaran atau bentuk yang benar-benar baru atau yang belum pernah ada sebelumnya. Ide kreatif adalah gambaran atau bentuk yang belum pernah terpikirkan oleh orang lain. Ketika Anda sudah tidak terintimidasi, Anda akan melahirkan ide-ide hebat yang belum pernah anda bayangkan sebelumnya dan berhenti dari kebingungan.

Jadi sebelum Anda merasa kebingungan ketika dituntut untuk mengeluarkan ide-ide segar yang bernilai tinggi, mulailah lakukan tips-tips yang sudah disebutkan di atas dari sekarang. Menjadi kreatif dan out of the box itu bisa dilakukan oleh setiap orang yang mau terus belajar. Lalu tuangkanlah ide-ide segar itu kedalam suatu wadah yang tepat.