Hanna Azulay Mahasiswi 19th EF Indonesia Teacher

Hanna Azulay Mahasiswi 19th EF Indonesia Teacher

posted in: Konten, Media, Tertulis, Wawasan | 2

Kini kemampuan berbahasa inggris dianggap sangat penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesional yang berkemampuan berbahasa Inggris dengan baik bisa meraih pendapatan 30-50% lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak bisa berbahasa Inggris. Tapi sangat disayangkan, Sekitar 42% CEO di Indonesia mengatakan bahwa mereka kekurangan karyawan yang mampu berbahasa Inggris dengan baik.

Tahap pemakaian bahasa Inggris di Indonesia memang tidak sepesat negara-negara Asia yang lain, namun tetap dapat dirasakan minat masyarakat akan keinginan belajar bahasa Inggris kian meningkat setiap waktu. Mereka sudah tidak menganggap bahasa Inggris adalah bahasa yang “asing” sehingga belajar bahasa Inggris dirasakan sudah umum diantara individu yang satu dengan yang lain.

If you believe in yourself, the condition that trapped you will make away out to success for you

-Hanna Azulay-

Hanna Azulay  adalah salah satu anak muda yang berprestasi dan berkemampuan bahasa inggris sangat baik. Hanna Azulay yang merupakan mahasiswi semester 6 di Universitas As-syafi’iah ini, kini menjadi Guru Freelance di English First. Mahasiswi yang memiliki hobi bernyanyi dan berenang ini  juga menjadi guru privat sekaligus pernah mengisi kelas bahasa inggris di Instansi ternama.

First Question, sejak kapan sih Hanna Azulay mulai suka dan mendalami bahasa inggris?

Since i was fifth grade. Dari kecil udah terbiasa dengan english environment. But my biggest influence is my uncle and my dad, aku bener-bener belajar sendiri dari mereka.

Selain memang udah jadi kebiasaan, apasih hal yang membuat Hanna semakin tertarik sama bahasa inggris?

Yang bikin aku tertarik? Karena pada suatu saat aku dikasih tangggung jawab sama guru aku untuk mewakili sekolah di acara openday. Nah! dari efek popularity yang aku dapetin, aku jadi termotivasi untuk jadi lebih baik dalam bahasa inggris.

Adakah faktor lain yang membuat Hanna semakin memperdalam kemampuan berbahasa inggris ?

Faktor lainnya, karena TV cable. Waktu adikku masih kecil, kata pertama yang dia ucapkan adalah “mommy” karena sering nonton program TV luar. Jadi, sebagai kakak tertua aku harus bener-bener jadi panutan untuk adikku.

Bagaimana awalnya Hanna bisa menjadi guru di EF?

Jadi guru EF sebenernya kebetulan. Waktu itu om ngeliat iklan di salah satu surat kabar, terus om yang memaksa aku untuk melamar di EF. Awalnya agak pesimis sih, karena yang aku tau EF cuma nerima guru yang notabene bule semua. Tapi ternyata, dua minggu setelah aku melamar, i got interviewed by Director of Study Mr. Greg.

Setelah interview, apa Hanna langsung mengajar?

Setelah itu, dari pihak EF ngejelasin tentang kelas-kelas yang akan aku ajarin. Ada training juga, dan kurikulum yang EF pake (and very confidential, I swear). Nah, setelah training aku harus siap-siap kelas pertamaku yang bener-bener masih asing, di observe juga sama Mr. Greg. but Alhamdulillah I nailed it. hehe

Kalau waktu Hanna Azulay mengisi kelas di jasa marga, bagaimana ceritanya?

Itu berawal aku sering ikut ikut English Club. Pertama aku ikut IEC Jatinegara, sempet hiatus, akhirnya aku diajak ikut English Club di perpus UI. Aku ikut mini english club sejak SMP. Karena di SMP aku enggak ada wadah yang pas. Terus di SMK aku sering involve di lomba-lomba bahasa inggris, such as speech, news reading, dan yang paling sering english debate. Setelah lulus SMK karena aku enggak bisa berhenti aja di lingkungan kampusku, akhirnya aku join lagi mini English Club yang di UI Itu.

Di mini English Club itu anggotanya dari mana aja?

Anggotanya bukan anak kuliahan, malah cuma aku aja yang anak kuliah. Ahirnya dari situ aku dapet Network manager LPIA Branch kelapa dua, Depok. Kebetulan LPIA  punya project untuk training business english Conversation Class, Jasa Marga.

Manager LPIA langsung menawarkan atau dia lihat track record Hanna?

Iya. Setelah dia liat track record aku, manager LPIA Branch kelapa dua nawarin aku, kebetulan lokasi enggak jauh dari kampus aku. Jadi setelah pulang kuliah aku langsung menuju Jasa Marga.

Apasih yang menarik dari mini English Club yang Hanna ikutin?

Mini english club ini seru lho, dan mau aku coba terapin di LTS.Academy , jadi kita dibuat lebih kritis dan aware sama current situation dengan news article yang bisa kita dapet gratis dari web-web media internasional. Disisi lain kita belajar new vocabularies. Dan lebih seru karena bentuknya diskusi. Jadi enggak satu fikiran aja yang vocal. Kalo kita nggak vocal malah jadi useless and we got nothing.

Barapa penghasilan yang bisa Hanna Azulay peroleh dari mengajar bahasa inggris?

Kalo fee dari EF untuk 1 sesi kelas (1 Jam 20 Menit) Rp 80.000, untuk jasa marga karena perusahaan besar jadi  per sesi (1 Jam 30 Menit) Rp 250.000, dan karena project kelas untuk karyawan jadi cuma 3 bulan. Nah kebetulan di Jasa Marga aku handle 2 kelas.

Hanna Azulay Mahasiswi 19th EF Indonesia Teacher 1

Nah, bagaimana cara Hanna membagi waktu antara kuliah dengan menjadi guru freelance?

Alhamdulillah, bagi waktunya setelah kuliah aku ngajar. Karena aku tau dari awal jam kuliah enggak sampe malem dan dosen aku negotiable soal schedule hehe. Mungkin waktu tidur kurang kalau ada tugas dan aku harus prepare untuk ngajar.

Apa motivasi Hanna, sampai bisa semangat dalam mengajar bahasa inggris?

Kalo aku nggak ngajar aku bakal jadi mahasiswa kupu-kupu, dan dengan ngajar aku bisa punya uang jajan sendiri, jadi udah neggak minta orang tua kalo mau jalan.

Hanna Azulay Mahasiswi 19th EF Indonesia Teacher 2

Pernah nggak Hanna jenuh dan bagaimana cara Hanna mengatasinya?

Sering banget kok. Untungnya, kadang-kadang ketika aku ngeliat murid-muridku apalagi yang masih kecil-kecil. Aku bener-bener meninggalkan masalah aku dan fokus dikelas.

Kegiatan Hanna Azulay selain menjadi pengajar apasih?

Aku jadi anggota Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMSI) di bidang kesenian dan kreativitas mahasiswa. Dan untuk beberapa acara kampus, seperti seminar dari fakultas atau kampus aku pernah ikut sebagai MC.

Bagi Hanna, seberapa penting sih bahasa inggris untuk anak muda Indonesia khususnya?

Penting banget banget banget. Bukannya melupakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu atau mother language, tapi di Dunia kerja, apalagi AFTA yang di mulai 2015. Kita bener-bener harus siap membawa diri kita one step forward from anybody else termasuk calon-calon pencari kerja dari negara tetangga. It is very important for us untuk membuat bangsa ini jadi lebih maju, at least very simple english to communicatein transaction with foriegn tourist. Turis-turis yang dateng bisa bikin efek domino yang ngomong bahwa negara kita selain friendly, tapi juga tourist friendly dengan kemudahan transaksi dan nunjukin arah.

Tips Hanna Azulay dong agar belajar bahasa inggris menjadi menyenangkan!

Menurut aku belajar bahasa inggris yang menyenangkan dimulai dari ligkungan sekitar. Jangan takut salah, nanti dengan berjalannya waktu kita akan tau cara yang tepat. Kalo aku sih dilihat dari urgencynya kita belajar bahasa inggris karena tanggung jawab dan reward berupa pride akhirnya mendorong diri sendiri untuk belajar.

Menurut Hanna, bagaimana kemampuan orang Indonesia dalam berbahasa inggris?

Menurut aku, orang Indonesia harus dipecut dulu untuk belajar. Orang Indonesia kalo ngomong bahasa inggris di banding negara tetangga, ternyata lidah masyarakat Indonesia paling flexible lho. Orang Indonesia lebih halus dan precise hehe

Sekarang bahasa inggris bukan hal yang baru lagi untuk orang Indonesia, ya aku rasa kemampuan mentransfer si communicator ke communicant bisa dibilang cukup dimengerti. Tinggal di asah lagi sesuai kebutuhan lapangan aja.

Apasih rahasia Hanna Azulay supaya tetep fokus kuliah dan memiliki kegiatan positif di luar kampus?

Buat kamu semua yang mau fokus kuliah tapi tetep bisa punya Kegiatan positif diluar. Gunain social media untuk menambah network, walau kegiatan di luar kampus positif, soal urusan kampus tetap harus di nomor satukan. One more thing, kegiatan di luar kampus yang positif bisa bikin bagus CV kamu nanti lohh. Jadi bukan baground education aja yang ke isi, tapi perusahaan akan ngeliat pengalaman kamu diluar kelas. But keep it balance, walau bagaiamanapun nilai akhir ijazah kamu menentukan langkahmu nanti. Tinggal pinter-pinternya kamu aja untuk bangun batu loncatan dari awal.

Hanna Azulay Mahasiswi 19th EF Indonesia Teacher 3

Harapan Hanna Azulay untuk diri sendiri dan anak muda Indonesia?

Harapan aku adalah agar lebih banyak lagi komunitas atau program-program kemahasiswaan yang bisa membangun dan memberi bekal ke anak muda Indonesia untuk “bertarung” dengan dunia yang lebih kejam di luar sana. Jangan manja dan bergantung ke orangtua. Dunia setelah bangku sekolah dan perkuliahan lebih kejam dan menuntut kita untuk mandiri dan kreatif. So be wise to have fun with your youth and keep on the positive tract.

[Bernhart Farras / Bernhart Farras]

2 Responses

  1. Tania
    |

    I’m Megan from IDNtimes. We would like to feature your original photos as part of our content. The credit’s still yours and we will put the backlink to your blog. If you feel uncomfortable, please tell us at tania@idntimes.com.

  2. Nisa Utami Rachmayanti
    |

    mau tanya, wktu itu requirements nya untuk jadi teacher di EF apa aja? dan juga kalau sekedar part time boleh2 aja kan, karena aku lagi kuliah juga sekarang.