Ingat Ini Jika Kamu Sering Diremehkan dan Dibully

Ingat Ini Jika Kamu Sering Diremehkan dan Dibully

posted in: Konten, Media, Tertulis, Wawasan | 0

“Kamu bodoh banget!”
“Ini orang udah disekolahin masih aja norak! Jangan pernah ikut sama kita, temenan aja tuh sama orang-orang culun!”

Sangat wajar kalau kamu tidak bisa membuat semua orang suka kepadamu. Walaupun berat dan tidak dibenarkan, terkadang kamu perlu menerima perlakuan orang-orang yang tidak suka kepadamu. Sakit hati pasti datang ketika kamu dihina dan dilecehkan. Tapi ingat! Jangan pernah dibawa ke dalam perasaan (read: baper) dan menjadi penghambatmu untuk terus maju.

Untuk saat ini, kamu boleh saja dihina, dan rasa sakit hati itu datang. Tapi, jadikan itu sebagai pemicu semangat, dibandingkan memikirkan rasa sakit hati yang berlarut ataupun balas dendam (yang hanya akan memperkeruh masalah). Buktikan pada mereka yang pernah membully atau meremehkan, bahwa kamu akan lebih berhasil dari mereka, dan akan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Saat dibully, sakit hati itu pasti, tapi ketabahan hati lah yang lebih diperlukan. Ada imbalan untuk senyumanmu. Ada kemudahan dibalik kesulitanmu.

Kamu bayangkan ketika mendapatkan hinaan dari orang lain. Pasti sakit hati dan perih. Hal pertama yang kamu lakukan kalau di-bully: jangan bereaksi dan jangan membalas. Para pelaku bully ingin tahu apakah mereka sudah berhasil membuat kita benci dengan diri sendiri. Yang lebih menyebalkan, kalau kamu melawan dan membalas, kamu akan mendapatkan balasan yang lebih. Jadi masalah yang tidak pernah selesai kan? Memang berat, tapi hal yang pertama adalah ikhlas. Jangan terpancing, lalu marah-marah dan mengutuk diri. Itu justru memperlihatkan keberhasilan mereka. Tenang saja, jika kamu sabar dan tidak menghiraukan, mereka perlahan mundur sendiri. Kalau tidak mundur, imbalan yang akan kamu dapatkan mungkin tidak sekarang, namun nanti. Setidaknya kamu berhasil menunjukkan kebaikan bahwa kamu mampu menghadapi mereka tanpa pakai kekerasan.

Orang yang menghina orang lain belum tentu lebih baik. Ada berbagai alasan: dia iri, minder, memiliki masalah di keluarganya, atau tidak bisa menjadi ‘kamu’.

Pernah dapat hinaan yang mengomentari apa saja yang kamu lakukan, katakan, atau rencanakan?  Sakit ya? Jangan biarkan itu menjadi penghambat. Tetaplah merasa positif ketika menghadapi hinaan yang mereka berikan. Belum tentu apa yang kamu lakukan salah dan tidak berguna. Bisa jadi perlakuan itu datang karena mereka iri dengan apa yang kamu miliki, atau ada masalah dalam diri mereka (yang sebenarnya perlu mendapatkan perhatian). Kamu itu berbeda dan spesial, sehingga kamu tidak perlu merasa minder.

Sikap percaya diri itu penting, jangan merasa rendah diri. Tetaplah menggali potensi dan kelebihan kamu yang bisa kamu kembangkan untuk meraih prestasi. Jika memang kita menemukan sesuatu yang salah, jangan ragu untuk meminta maaf dan tanyakan kepada mereka “Apa ada yang salah dari diri saya yang tidak kalian suka?” dengan bahasa yang halus dan sopan. Kalau kata polisi: Anda sopan, kami segan.
Menghina berarti memperhatikan. Sisi positifnya, kamu dianggap public figure!

Meski kamu di-bully, dihina, diremehkan oleh mereka yang membencimu, jangan takut! Tokoh-tokoh besar selalu mendapatkan banyak kritikan dan hinaan dari banyak orang, namun di sisi lain juga mendapatkan dukungan dari orang di sekitarnya. Ambil sisi positifnya. Jadikan hinaan yang dilancarkan sebagai bahan evaluasi diri: mungkin memang ada sesuatu yang harus kita perbaiki dari diri kita. Anggap itu sebagai bahan perhatian mereka kepadamu, yang tidak bisa disampaikan secara langsung dengan kasih sayang (yah, perbuatan mereka sama sekali tidak benar! Ini hanya cara berpikir secara positif).
Ingat: semakin besar pohon, semakin besar angin yang menerpanya. Artinya, kamu saat ini sedang tumbuh menjadi pohon besar.

Pada akhirnya, temukan orang yang bisa diajak bercerita dan memberikan pengertian.

Tidak ada satu pun perbuatan bullying yang dapat dibenarkan, sekecil apapun perbuatannya! Memang kita perlu sabar dan tabah, jangan bereaksi apalagi membalas dengan perbuatan yang sama. Banyak orang yang akhirnya berujung pada depresi, kekesalan pada diri sendiri, mengurung diri, hingga bunuh diri. Pada tahun 2015 saja, Menteri Sosial RI mengatakan bahwa bunuh diri yang dilakukan oleh anak Indonesia 40% karena bullying. http://news.liputan6.com/read/2361551/mensos-bunuh-diri-anak-indonesia-40-persen-karena-bullying.

Dengan dampak bullying yang sangat berbahaya, diluar sana banyak orang yang tidak mampu mengatasi hal ini. Jangan sampai kamu menjadi korban selanjutnya! Pada suatu titik kamu akan merasa tertekan atas hinaan tersebut. Jangan menunggu hingga depresi berlanjut. Saat kamu mendapatkan hinaan itu pertama kali, kamu tidak merespon dan tidak membalas. Namun, ketika itu datang terus-menerus dan berulang-ulang, kamu tak perlu khawatir. Segera laporkan ke orang yang kamu percaya untuk dapat diajak bercerita. Mereka yang bisa menjaga rahasia, tidak memperburuk keadaan, dan bisa memberi saran. Bahkan satu dunia menghinamu, orang ini akan terus mendukungmu, seperti: orang tua, sahabat, sepupu, atau guru (jika di sekolah).

Perlu dipastikan tindakan lebih lanjut kepada orang-orang yang menghina / bully. Seperti yang telah dikatakan, membalas perlakuan salah dengan suatu ‘hukuman’ (atau bahkan tindakan yang sama) tidak akan menyelesaikan masalah. Kekerasan harus diakhiri dengan menciptakan iklim positif di tempat kita berada (lingkungan, sekolah, tempat beraktivitas sehari-hari) dimana semua orang saling menghargai dan menghormati perbedaan, serta mendukung satu sama lain. Jika tindakan berlanjut menjadi hal-hal yang membahayakan dan tidak bisa kamu (atau orang lain di dekatmu) atasi, segera minta bantuan kepada pihak yang berwajib. Kamu bisa hubungi Telepon Sahabat Anak (TESA) di nomor 129 untuk kasus-kasus berkaitan dengan kekerasan terhadap anak atau nomor panggilan darurat di 112.

Bully dan hinaan bukan akhir dari segalanya, yang penting buktikan di masa depan kalau kamu itu bisa.

Mereka yang dulu memiliki keterbatasan, kini bisa berhasil melalui jerih payah. Masih ingat Walt Disney? dulu ia ditolak dimana-mana dan dianggap tak berbakat. Tapi lihat sekarang, siapa yang tidak tahu Disney?, Contoh lain, Tom Cruise (dulu berbadan kurus kecil, sering dibully dan dipukuli), Taylor Swift (diejek karena penampilannya dan tidak cantik), Jackie Chan (diganggu oleh teman-temannya sehingga bangkit dan berlatih bela diri untuk melindungi diri), Adele (diejek karena postur tubuhnya namun lebih memilih mengasah bakat menyanyi), Michael Jordan (ditolak masuk klub basket karena tingginya tak cukup untuk ukuran pemain basket),  dan lain sebagainya. Mereka sudah membuktikan pada dunia kalau hinaan yang mereka dapatkan bisa berakhir manis dengan usaha dan kerja keras yang tak kenal lelah. Kalau mereka bisa, kita juga bisa! Setidaknya kamu bisa menjadikannya motivasi agar hidupmu bisa lebih berarti ke depannya.

Nah, bagi kamu yang sering mendapat hinaan karena berbeda, tak perlu terlalu lama bersedih, tak perlu depresi dan menyerah. Kamu masih punya masa depan yang penting untuk dikejar. Tetap semangat untuk menjalani hidup. Buktikan bahwa kamu bisa menginspirasi banyak orang dengan potensi dan sikap positif yang kamu miliki, tanpa menjatuhkan dan mencaci orang lain. Suatu saat, seluruh dunia akan tersenyum padamu 🙂
Semangat!
“The winner takes it all!”

[Derry Fahrizal Ulum]