Novi Purba Pengusaha Muda Pencetus Kama Batik

Novi Purba, Pengusaha Muda Pencetus Kama Batik

posted in: Konten, Media, Tertulis, Wawasan | 0

Menjadi seorang pengusaha dan mampu menjalankan bisnis yang Hartroopers inginkan memang sangat membanggakan. Apalagi kalau bisnis yang Hartroopers jalani tersebut mampu sukses dan memberikan keuntungan. Hanya saja, meraih kesuksesan di dunia wirausaha tidaklah semudah membalikkan telapak tangan; perlu ketekunan, kedisiplinan, serta kerja ekstra demi menggapai hasil yang diharapkan.

Menjadi seorang pengusaha adalah sebuah pilihan yang bisa dijalankan oleh siapapun. Tidak ada batasan usia, tua maupun muda, semuanya berhak mendapatkan kesuksesan dalam berbisnis. Contoh nyatanya, Novi Purba.

Kita tidak tahu usaha mana yang berhasil. Kita tidak akan pernah tau doa mana yang akan dijawab. Jadi lakukanlah terus keduanya.

-Novi Purba-

Muda, cantik, pintar, dan memiliki semangat juang yang tinggi tidak cukup untuk mendeskripsikan Novi Purba. Gadis kelahiran kota Medan ini berkarya melalui bisnis batiknya yang diberi nama Kama Batik. Nah, kali ini Hartroopers berhasil mewawancarai Novi untuk berbagi cerita tentang bisnis batiknya. Yuk kita simak!

Hai Novi, Kama Batik itu apa sih?

Kama Batik adalah social enterprise yang berusaha mengolah limbah batik padat menjadi barang bernilai ekonomi seperti aksesoris dan souvenir dengan memberdayakan wanita di Pekalongaan sendiri.

Bagaimana sih asal mula ceritanya atau filosofi Kama Batik?

Sejak 2012 saya mulai bisnis kecil dengan menjadi reseller batik. Kemudia saya sadar bahwa ternyata batik sendiri membawa masalah lingkungan yaitu ribuan meter persegi limbah bati padat setiap hari. Di samping itu, BPS juga mengemukakan bahwa tingkat kemiskinan di Pekalongan masih tinggi.

Suatu hari, saya bertemu dengan seorang dosen yang menganjurkan saya dan tim saya (Ajeng dan Syida) untuk mengikuti lomba bisnis sosial di Singapura. Singkat cerita, kami embawa ide ini.

Kami memilih Kama Batik karena Kama itu berasal dari bahasa Sansekerta yang artinya cinta. Jadi, Kama Batik adalah wujud cinta pada lingkungan, sosial, dan budaya.

Setelah dinyatakan lolos di tahap berikutnya dari Singapura, Kama Batik memulai bisnis dan misi sosialnya secara profesional.

Sejak kapan Novi menggeluti bisnis Kama Batik ini?

Dimulai dari risetnya sejak November. Kalau bisnis sendiri sejak Januari 2016.

Apa sih yang menjadi ketertarikan Novi terjun ke dunia bisnis, dan akhirnya memilih batik sebagai peluang bisnis?

Saya lulusan Administrasi Bisnis artinya saya menerima teori bisnis 4 tahun. Saya jatuh cinta dengan bisnis sejak saya sadar bahwa bisnis itu membawa harapan pada banyak orang. Hingga akhirnya saya merasa bahwa teori yang saya dapatkan akan sangat bermanfaat kalau saya bagikan pada masyarakat terlebih di Kama Batik ini. Selanjutnya, kenapa saya memilih Batik, karena saya sangat bangga menjadi orang Indonesia. Beberapa teman dari luar negeri sangat mengagum batik, mengapa kita sebagai anak muda tidak? Selain itu, saya ingin mengajak anak muda lain untuk bergerak bersama saya, menjaga budaya.

Apakah Novi sendiri yang mendesign karya dari Kama batik ini?

Sampai saat ini iya. Inovasi produk masih dari saya. Tetapi, saya berencana untuk mengajak beberapa desainer lokal.

Novi biasanya dapat darimana nih untuk design Kama Batik?

Idenya bisa dari mana saja. Biasanya saya nonton film fashion atau main kemana. Kadang habis bangun tidur ingin buat baju apa langsung digambar.

Bagaimana sih cara Novi memanage Kama Batik?

Jujur saja, manage seluruh proses bisnis sangat sulit apalagi saat ini semuanya masih one man shows. Caranya ya rajin-rajin mencatat to-do-list dan masalah apapun harus dikerjakan secepatnya.

Menurut Novi nih, apa manfaat dari berbisnis batik ini?

Untuk Kama Batik, manfaat yang ingin saya ciptakan adalah peningkatan kesejahteraan ibu-ibu yang jadi beneficiaries saya. Saat ini sudah ada 4 orang ibu yang bergabung juga Radha sebagai co-founder dan manager produksi. Saya melihat mereka bersemangat membesarkan usaha ini senangnya tak terbayar oleh apapun. Rezekinya Kama itu bukan rezeki saya, itu doanya mereka. Jadi, kami berjuang bersama-sama di sini.

Berapa keuntungan yang diperoleh Kama Batik ini?

Kalau secara kumulatif saya belum menghitung karena tergolong baru. Tapi sekarang Puji Tuhan kami lagi kebanjiran order buket bunga batik. Ini buket bunga batik pertama di dunia. Setiap hari order rata-rata  bisa 10-20. Satu buket bunga batik harganya Rp. 50.000,-.

Boleh nih Novi berbagi tips buat hartroopers yang ingin terjun ke dunia bisnis tapi masih takut ambil resiko?

Resiko itu tidak cuma di bisnis kok. Gagal juga bisa kejadian ke siapa saja. Percayalah kalau semua niat baik pasti ketemu jalannya. Jadi tidak ada alasan untuk tidak melakukannya hari ini. Dan selama berproses harus banyak belajar dan banyak mendengar.

[Bernhart Farras / Bernhart Farras]